Hak Akses Pada Linux
Apa itu Hak Akses Pada Linux?
Hak akses bisa dibilang sebuah hak
yang diberikan pada seluruh User atau file untuk melakukan sesuatu akses. Jadi
Hak akses ini dapat diatur sedemikian rupa supaya file atau direktori itu
hanya bisa di read, atau write, dan execute.Selain itu kita juga bisa mengatur
bagaimana hak akses dari setiap user pada
suatu file, atau direktori.
Hal yang harus dikuasai dalam
konfigurasi Hak Akses pada Linux :
1. Mengetahui Fungsi CHMOD
2. Mengetahui Fungsi setiap atribut
tambahan dalam perintah CHMOD
3. Dapat mengatur hak akses bagi
setiap user
4. Dapat mengatur hak akses bagi
setiap group
5. Dapat merencanakan hak akses yang
diaplikasikan di kehidupan
sehari-hari atau Industri
Sesuai dengan semua yang harus kita
kuasai kita harus memahami fungsi
dari perintah "CHMOD" dan
atribut tambahan pada perintah CHMOD tersebut,
langsung aja kita Cekidot!!
CHMOD
Chmod merupakan salah satu perintah
pada Linux yang berfungsi untuk mengurangi
atau memberikan izin ( Hak Akses )
pada suatu file atau direktori dan User
serta Group.
Dalam Linux ada 3 Hak Akses atau
perizinan File dan Direktori, yaitu :
1. r untuk read
2. w untuk write
3. x untuk execute
|—|—|—| |rwx|rwx|rwx|
Pada dasarnya struktur dari chmod
seperti diatas, kolom pertama untuk
user kolom yang kedua untuk group
kolom yang ketiga anynomos atau other.
A. Dengan menggunakan letter coding,
Anda dapat merubah permission
diatas untuk masing-masing u (user), g
(group), o (other) dan a (all)
dengan hanya memberi tanda plus (+) untuk menambah
ijin dan tandaminus
(-) untuk mencabut ijin.
Contoh :
Misalnya untuk memberikan izin baca
dan eksekusi file coba1 kepada owner
dan group, perintahnya adalah:
$ chmod ug+rx coba1
Untuk mencabut izin-izin tersebut:
$ chmod ug-rx coba1
B. Dengan menggunakan sitem numeric
coding, permission untuk user, group
dan other ditentukan dengan
menggunakan kombinasi angka-angka, 4, 2 dan 1 dimana 4
(read),2 (write) dan 1 (execute).
Contoh :
$ chmod 700 coba2
Contoh lain, untuk memberi ijin
baca(4) dan tulis(2) file coba3 kepada user,
baca(4) saja kepada group dan other,
perintahnya adalah:
$ chmod 644 coba3
Readers, apa
kabar? Baru posting posting lagi nih..
Kali ini
saya akan menjabarkan tentang File
Permission (Hak Akses File) dan Manajemen File di linux (Ubuntu).
Pertama, ayo
kita bahas File
Permission dulu..
Kenapa
Kita perlu File Permission?
Jika kita
tidak dapat mengakses beberapa file yang ada di dalah sistem Linux kita
sendiri, biasanya itu karena kendala konfigurasi hak akses. Mungkin readers
bertanya apa gunanya memiliki hak akses jika kita hanya pengguna tunggal di
sistem Linux kita sendiri?
Naah.. mari
kita ingat ingat, Linux itu di rancang untuk lingkungan multi-user (banyak
pengguna). Dalam lingkungan banyak pengguna, sangat penting untuk memiliki
sistem yang aman agar file di dalam sistem kita tidak di akses oleh sembarang
orang.
Bahkan, jika
kita hanya pengguna tunggal, Hak akses sangat di perlukan untuk menghindari
kesalahan pihak luar atau kesalahan readers sendiri.
Kepemilikan
File
Setiap file
di sistem Linux readers, termasuk direktori (folder), dimiliki oleh pengguna
dan grup tertentu. Oleh karena itu, hak akses file di definisikan secara
terpisah untuk User, Grup, dan Others (pengguna lain)
Pengertian:
User:
username
orang yg memiliki file. Secara default, pengguna yg menciptakan file tersebut
akan menjadi pemilik file tersebut.
Grup: Grup User yang
memiliki File tersebut. Semua pengguna yang masuk ke dalam kelompok mempunyai
hak akses yang sama untuk file tersebut.
Others: Pengguna yang bukan
pemilik file dan tisak masuk ke dalam kelompok yang sama. Dengan kata lain jika
readers menetapkan izin untuk ‘others’ maka orang yg tidak memiliki file atau
grup inilah yang akan terkena pengaruhnya.
Hak
Akses
Ada tiga
jenis izin hak akses di Linux yaitu Read,
Write, Execute
Pengertian:
Read: Pada file biasa, ini
berarti file dapat di buka dan di baca. Jika pada sebuah direktori, berarti
readers bisa melihat isi direktori tersebut.
Write: Pada file biasa, ini
berarti file dapat di modifikasi (menambah, mengubah, menghapus, mengubah nama
file dalam direktori).
Execute: Pada file biasa, ini
berarti readers bisa menjalankan file sebagai program atau shell script. Pada
sebuah direktori, execute (atau biasa di sebut ‘search bit’) memungkinkan
readers untuk mengakses file dalam direktori misalnya : dengan perintah cd.
Bagaimana
cara melihat Hak Akses di Linux (Ubuntu)?
Pertama, kita bisa melihat
hak akses dari file dengan mengetikkan perintah di terminal # ls –l
Hasilnya
maka akan seperti ini:
Apa arti
outputnya?
Kolom
pertama :
merupakan jenis file dan perizinan yang mengikat file tersebut (perzinan
meliputi perizinan User, Grup dan Others). Terdiri dari 10 karakter. Karakter
pertama dari kolom pertama ini menunjukkan:
d= directory
-= regular
file
l= Symbolic
Link
s= Unix
Domain Socket
p= named
pipe
c= character
device file
b= block
device file
Lalu sisa 9
karakter lainnya menyatakan perizinan. Dibagi menjadi 3 grup. Tiap grup berisi
3 karakter yang mewakili : read, write dan execute. Karakter tersebut mudah
diingat, diantaranya:
r= read
permission
w= write
permission
x= execute
permission
-= no
permission
Kolom
kedua :
menunjukkan jumlah Link (entri direktori yang merujuk ke file tersebut)
Kolom
ketiga :
menunjukkan pemilik file
Kolom
keempat :
menunjukan Grup pemilik file
Kolom
kelima :
menunjukkan ukuran file dalam byte
Kolom
keenam, ketujuh dan kedelapan: menunjukan bulan dan tanggal terakhir di
akses atau di modifikasi
Kolom
kesembilan :
menunjukkan nama file
Cara
mengatur hak akses
Kita dapat
mengatur hak akses file dengan perintah chmod. Di chmod terdapat 2 mode yang
bisa di gunakan untuk konfigurasi hak akses file yaitu dengan cara simbolik dan
numerik.
Cara
Simbolik:
Pertama
:
readers harus memutuskan apakah readers mengatur hak akses untuk pengguna (u),
kelompok (g), pengguna lainnya (o), atau ketiganya (a).
Kedua
:
readers bisa menambahkan izin (+), menghapus (-), atau menghapus izin
sebelumnya dan menambahkan izin yang baru (=)
Ketiga
:
tentukan perizinannya. Apakah readers mengatur izin read (r), write
, execute (e), atau
ketiganya.
Keempat
:
readers hanya tinggal memberikan perintah untuk chmod, hak akses mana yang akan
di rubah.
Contoh:
Kita
mempunyai regular file bernama contohfile dan file memiliki izin akses
penuh pada semua kelompok (ada perintah ‘rwx’).
Tampilan
awal Perizinan file :
-rwxrwxrwx
1. kita
hapus semua hak akses yang sekarang dan mengganti dengan hanya izin read untuk
semua grup.
Syntax: $
chmod a=r contohfile
Tampilan
akan menjadi : -r–r–r–
2.
selanjutnya kita akan memberikan izin kepada grup (yang di tengah) untuk di
tambahkan izin execute
Syntax: $
chmod g+x contohfile
Tampilan
akan menjadi : -r–r-xr–
3.
selanjutnya kita akan memberikan izin kepada semua grup untuk di tambahkan izin
write.
Syntax: $
chmod ugo+w contoh file
Tampilan
akan menjadi : -rw-rwxrw-
4.
selanjutnya kita akan menghapus izin execute yang ada pada grup (yg di tengah)
untuk di hapus.
Syntax: $
chmod g-x contohfile
Tampilan
akan menjadi : -rw-rw-rw-
Mode
Numerik :
Mode dimana
diwakili oleh 3 angka octal untuk perizinan filenya.
Standar
umumnya adalah:
4= read (r)
2= write
1= execute
(x)
0= tidak ada
izin (-)
Jika ingin
mendapatkan hak akses yang kita inginkan kita hanya tinggal menjumlahkan angka
yang sesuai .
Contoh:
1. Kita
ingin mendapatkan hak akses Read Write dan Execute secara bersamaan maka
numeriknya menjadi seperti ini:
Read + write
+ execute
4 + 2 + 1 =
7
2. Kita
ingin mendapatan hak akses read dan execute secara bersamaan maka numeriknya
akan menjadi seperti ini:
Read +
Execute
4 + 1 = 5
Contoh
penerapan pada syntax:
$ chmod 755
contohfile
Syntax
diatas menunjukan hak akses untuk User adalah 7 (rwx), untuk grup adalah 5
(rx), dan untuk others juga 5 (rx).
Nah, sekian
pembahasan File Permissionnya.. selanjutnya kita akan membahas tentang Manajemen file
Kenapa
perlu ada manajemen File?
Agar kita
bisa mengatur file yang ada di sistem linux kita.
Kali ini,
kita akan mempelajari tentang Sorting,
Copying, Moving, dan Deleting File and Directory, dan juga Kompresi File.
Sorting
Untuk
menampilkan daftar file yang di urutkan secara alphabet biasanya kita
menggunakan perintah ‘$
ls’. Nah, disini terdapat perintah perintah lain untuk
mengurutkan file sesuai kebutuhan readers. Apa saja kah ituuu?
$ ls
–lt
= akan mengurutkan daftar file berdasarkan waktu (dari yang terbaru hingga yang
terlama).
$
ls –lS
= akan mengurutkan daftar file berdasarkan ukuran (dari yang terbesar hingga
yang terkecil)
$ ls
–lrt
= akan mengurutkan daftar file berdasarkan waktu (dari yang terlama hingga yang
terbaru)
$ ls
–lrS
= akan mengurutkan daftar file berdasarkan ukuran (dari yang terkecil hingga
yang terbesar)
Copying,
Moving, dan Deleting File and Directory
cp = Digunakan untuk
menyalin satu atau banyak file atau direktori
mv = digunakan untuk
memindahkan atau memberi nama baru pada satu atau banyak file atau direktori
rm = digunakan untuk
menghapus satu atau banyak file atau direktori
-f atau –force = memungkinkan
cp untuk mencoba menghapus file yang sudah ada walaupun file tidak dapat
ditulis
-i atau –interactive = akan
meminta konfirmasi sebelum mencoba untuk mengganti file yang ada.
-b atau –backup = akan
membuat cadangan dari file yang akan diganti
Cara
membuat banyak direktori:
$ mkdir dir1
dir2
Jika
ingin membuat direktori bersub-sub (bersarang):
$ mkdir –p
d1/d2/d3
*-p
artinya parent
Menghapus
direktori:
$ rmdir –p
d1/d2/d3 dir1 dir2
*direktori
harus dalam keadaan kosong
Menghapus
direktori secara Rekursif:
$ rm –r dl
Membuat
file baru:
$ touch
file1 file2
Mencari
di file di current directory dengan nama text
$ find .
–name “text”
Kompresi
File
Ketika kita
ingin membuat cadangan file, asip atau mengirimkan file dalam jumlah yang
banyak biasanya kita menggunakan kompresi. Ada dua program yang popular untuk
kompresi, yaitu gzip dan bzip. Apa bedanya dan bagaimana cara mengkompresinya?
Kompresi
dengan gzip
$ gzip
services
Bagaimana
dengan dekompresi pada
gzip?
$ gzip –d
services .gz
Kompresi
dengan bzip2
$ bzip2
services
Dekompresinya adalah
$ bunzip2
services
Sumber:
Modul
Praktikum Sistem Operasi : Manajemen File dan direktori oleh Asisten Dosen
Sistem Operasi, Universitas Pendidikan Indonesia
Modul
Praktikum Sistem Operasi : Linux file Permission oleh Asisten Dosen Sistem
Operasi, Universitas Pendidikan Indonesia